REKLAME ROKOK AMBRUK  

Posted by WELCOME TO INFO MALANG

MALANG - Kencangnya hembusan angin siang kemarin menumbangkan papan reklame sebuah produk rokok di Jalan Bendungan Sutami, Kota Malang. Tiang penyangga reklame yang terbuat dari konstruksi besi ini patah dan menimpa kabel telepon di sebelahnya. Meski beban reklame berukuran 2 x 1 meter itu berat, namun tidak sampai jatuh ke tanah karena tertumpu kabel telepon yang melintang di jalan.

Sumadi, 50, saksi mata, menceritakan, sekitar pukul 12.00 angin bertiup cukup kencang cukup lama. 'Sekitar dua menitan,' ujar Sumadi saat ditemui di lokasi kejadian.

Saat itu, dia melihat papan reklame itu miring ke barat secara pelahan. Tahu papan bakal ambruk, banyak orang yang melihatnya spontan berteriak; awas ada papan ambruk. Beberapa orang yang melintas juga disuruh Sumadi menjauh dari sekitar reklame.

Untungnya, papan itu tidak jadi ambruk setelah ditahan kabel telepon. Kepanikan warga muncul setelah melihat kabel telepon itu makin lama kian turun. Mereka khawatir kabel itu putus dan papan reklame itu ambruk mengenai kendaraan yang lalu lalang.

Soal ambruknya papan reklame di kawasan Sumbersari kemarin siang, Kepala Satpol PP Kota Malang Diana Ina W.H. belum menerima laporan. "Mungkin karena hari libur, jadi laporan belum masuk. Padahal saya tadi seharian di kantor. Besok (hari ini, Red), coba saya cek," ucap Diana.

Menurut Diana, reklame sifatnya insindental. Jadi, yang perlu ditelurusi sebatas perizinan. Biasanya, masa berlaku hanya sekitar satu minggu. "Kewenangan satpol sebatas mengawasi izin masa berlakunya. Sudah habis atau belum. Kalau sudah habis, otomatis ditertibkan," ucapnya.

Legalitas perizinan itulah yang menjadi bagian tugas petugas satpol PP. Lain-lain, utamanya menyangkut konstruksi bangunan, di bawah kendali dinas perizinan. "Batasan sudah ada semua. Berapa tinggi dan lebarnya, itu dinas perizinan yang tahu dan berwenang menjawab," kata dia.

Terpisah, Kabid Pelayanan Dinas Perizinan Pemkot Malang Siswoyo belum bisa membeber soal lokasi-lokasi rawan reklame ambruk. Karena, ada divisi lain yang khusus mengawasi persoalan itu. 'Kalau saya ngomong sekarang malah salah. Lebih baik saya koordinasikan dulu dengan bagian pengawasan," kata Siswoyo ketika dihubungi petang kemarin.

Kendati begitu dia sempat menjelaskan bahwa pengawasan terhadap reklame dilakukan khusus pada lokasi-lokasi kategori rawan ambruk. Sayangnya, sampai saat ini belum ada pendataan lokasi-lokasi tersebut. "Sepertinya selama ini belum ada," ujarnya.

This entry was posted on Jumat, 26 Desember 2008 at 10.26 . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar

  © Blogger template 'Blissful View' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP