Tarif PDAM AIR Naik 30 Persen  

Posted by WELCOME TO INFO MALANG

Warga Kota Malang harus siap-siap mengeluarkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan air tahun depan. Itu karena tarif PDAM Kota Malang naik 30 persen.

"Tarif 2009 nanti kami pastikan naik 30 persen. Dan itu berlaku untuk semua sektor, baik rumah tangga, sosial, niaga, dan industri," ujar Dirut PDAM Kota Malang Heryadi Santoso usai HUT Ke-34 PDAM Kota Malang kemarin.

Terjadinya kenaikan tarif itu disebabkan tingginya biaya operasional dan revitalisasi pipa PDAM. Menurut Heryadi, kondisi pipa PDAM saat ini sangat tua. Sekitar 70 persen pipa yang digunakan merupakan hasil produksi 1980-an dan terpasang di rute sepanjang 46 kilometer. Kondisinya semakin parah karena pipa-pipa tua ini banyak melintang di tengah jalan sehingga rawan bocor.

Adapun kasus pipa bocor PDAM tiap bulannya berkisar antara 400-500 kali. Jadi, rata-rata tiap hari ada laporan 16 kasus pipa bocor. Sedangkan penyambungan pipa masih menggunakan asbes. Padahal, aturan yang ada, seharusnya penyambungan menggunakan pipa besi. "Setiap tahun revitalisasi dilakukan. Tapi minim karena anggaran PDAM terbatas," kata Heryadi.

Kapan tarif baru berlaku? Heryadi belum bisa memastikan kapan tarif baru diberlakukan. Sebab, draf kenaikan tarif sedang dalam finalisasi. "Semakin cepat, semakin baik," ucapnya.

Heryadi menjelaskan, biaya operasional semakin bertambah karena ada wacana gaji PNS akan naik sekitar 15 persen. Sehingga, gaji karyawan PDAM nantinya juga akan mengikuti. Hanya, peningkatannya belum bisa ditentukan. Tergantung kondisi keuangan PDAM.

Dengan peningkatan biaya operasional, jika terjadi kenaikan 30 persen, harga pokok penjualan (HPP) menjadi sekitar Rp 3.600 per meter kubik. Padahal saat ini, HPP hanya 2.600 meter kubik.

Sesuai data PDAM, jumlah pelanggan hingga November 2008 mencapai 90.640. Detailnya, 94 persen pelanggan sektor rumah tangga, 3,96 persen niaga, 2 persen sosial, dan 0,04 persen sektor industri. Ditargetkan pada 2009 nanti, jumlah pelanggan meningkat enam ribu. Dan pada 2010, misi PDAM merealisasikan jumlah pelanggan sebanyak 100 ribu.

Menurut Heryadi, beban PDAM semakin berat apabila tidak menaikkan tarif. Soalnya, 2009 mendatang, PDAM harus menyetor PAD (pendapatan asli daerah) Rp 8 miliar. Angka itu sebenarnya sama dengan tahun ini. Ditambah lagi, pajak badan PDAM yang harus dibayarkan ke pemerintah sebesar 30 persen. "Kenyataan inilah yang membuat kami terpaksa menaikkan tarif. Toh, kenaikan memang sudah waktunya, yakni dua tahun sekali," tandasnya.

Wali Kota Malang Peni Suparto mendukung rencana PDAM untuk menaikkan tarif. Langkah itu dianggap tepat karena PDAM membutuhkan anggaran besar untuk melakukan revitalisasi. Dana itu bisa dipenuhi dari peningkatan tarif. "Kalau tarifnya tidak kami piker, beban PDAM sangat berat. Bisa-bisa jaringan pipa akan macet karena tidak ada revitalisasi pipa," ucap mantan dosen UM ini.

Terkait keberatan DPRD, Peni menegaskan itu memang hak anggota dewan. Cuma, yang perlu dipertegas, kenaikan tarif ini bertujuan memperlancar pelayanan PDAM. Yakni menjaga sarana dan prasarana PDAM untuk mengalirkan air dari sumber mata air ke rumah warga. "Kami rasa PDAM tinggal membicarakan dengan dewan agar permasalahan PDAM bisa diketahui dewan," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang Syaiful Rusdi tetap meminta agar PDAM mempertimbangkan rencana kenaikan tarif. Meski waktunya menaikkan tarif, dia menekankan bahwa PDAM perlu melihat kondisi ekonomi saat ini belum memungkinkan. Apalagi sekarang terjadi krisis global yang tentunya memiliki dampak besar kepada masyarakat. "Kalau saat ini, jangan dulu. Kasihan masyarakat, bebannya bisa makin tinggi," ujar politikus PAN ini.

Untuk memastikan rencana tersebut, lanjut Syaiful, komisi B akan segera memanggil pejabat PDAM. Itu dilakukan untuk membahas dan meminta klafirikasi terkait alasan PDAM menaikkan tarif.

Direktur Yayasan Lembaga Konsumen Malang (YLKM) Soemito merasa kaget dengan adanya rencana kenaikan tarif PDAM. Menurut dia, pada tahun-tahun sebelumnya, YLKM selalu diberi informasi terkait rencana kenaikan tarif. "Saya tahunya dari Anda (wartawan, Red)," ucapnya.

Soemito menegaskan akan meminta PDAM membeberkan alasan dan rasionalisasi kenaikan tarif 30 persen. "Jujur kami keberatan. Saat ini kebutuhan pokok tetap naik meskipun ada penurunan harga BBM," tegasnya.

This entry was posted on Rabu, 24 Desember 2008 at 01.02 . You can follow any responses to this entry through the comments feed .

0 komentar

Posting Komentar

  © Blogger template 'Blissful View' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP