MALANG - Tahun baru Imlek 2560 dirayakan kemarin. Ratusan umat Tri Dharma (Konghucu, Buddha, dan Tao) melakukan sembahyang Cin Sia di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Eng An Kiong. Mereka mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan.
Dengan khidmat, umat Tri Dharma bersimpuh di hadapan altar dan memanjatkan serangkaian doa dan puji-pujian sembari memegang hio yang menyala. Doa-doa tersebut juga dipersembahkan di hadapan dewa utama Fu Tek Cen Sen serta di hadapan Dewi Kwan Im. Ritual itu membuat seluruh ruangan tempat ibadat dipenuhi asap dan aroma dupa. Begitu juga nyala lilin merah. "Sembahyangan ini adalah puncak menyambut datangnya tahun baru Imlek setelah menjalani ritual penyambutan sejak dua pekan lalu," ucap Bunsu Anton Triono, ketua bidang keagamaan Eng An Kiong.
Anton menjelaskan, angka 2560 Imlek tersebut merupakan hasil penjumlahan tahun kelahiran Nabi Khongcu, yakni tahun 551 dengan tahun Masehi 2009. Jika dijabarkan, sebenarnya kalender Imlek atau Im-Lik tersebut berdasarkan sistem luni-solar. Sebuah perhitungan dengan dasar gabungan sistem lunar (Im-Lik) dan solar (Yang-Lik). Sistem lunar adalah sistem yang didasarkan pada perhitungan bulan mengelilingi bumi. Sedangkan sistem solar berlandaskan peredaran bumi mengelilingi matahari. "Sistem luni-solar sendiri merupakan gabungan keduanya. Jadi, sebenarnya, yang benar adalah Im Yang-Lik, bukan Im-Lik. Hanya saja, selama ini lebih terkenal dengan Im-Lik," terang Anton.
Menurut dia, tahun ini seluruh warga Tri Dharma dihadapkan pada tahun Kerbau Tanah. Yakni gabungan antara shio kerbau dan elemen tanah. Berdasarkan falsafah yang dianut, shio kerbau dengan elemen tanah sangat identik. Kerbau binatang yang selalu bersinggungan dengan tanah. Jika digabungkan, tahun Kerbau Tanah mencerminkan sebuah kondisi untuk bekerja keras, tekun, dan sabar. Sehingga, siapa pun yang memiliki sifat kerbau tanah akan mendulang keberhasilan. "Tapi jangan sekali-kali dicocok hidungnya. Ini akan bahaya," ujar Anton.
Dikaitkan dengan tahun 2009 dan agenda pemilihan legislatif maupun presiden, pada tahun Kerbau Tanah, seseorang jangan sampai terkecoh kondisi. "Etos kerja yang baik dan kerja keras serta sabar tetap menjadi kunci untuk menatap tahun 2010 dengan lebih baik," ucap Anton.
Kemeriahan menyambut datangnya Imlek juga tersaji di beberapa tempat di Kota Malang. Atraksi barongsai tampak menghibur pengunjung Malang Town Square dan Plaza Araya Dengan atraksi jenaka, barongsai tersebut menyapa dan melambai-lambaikan tangan sebagai salam khas kepada pengunjung.
MALANG - Nasib 12 stasiun televisi (TV) nasional dan lokal di Malang 23 Desember lalu tampaknya belum ada titik terang. Bahkan, kemarin KPID (Komisi Penyiaran Indonesia Daerah) Jatim memberikan sinyal bahwa proses pemberian rekomendasi kelayakan (RK) untuk TV-TV siaran Malang tak bisa dipastikan. Alasannya, proses rekomendasi sangat panjang dan penuh kehati-hatian.
Hal itu diungkapkan Ketua KPID Jatim Fajar Arifianto Isnugroho saat dihubungi kemarin. Fajar menegaskan, sebenarnya RK bagi KPID bukanlah izin siaran. Karena itu, dia juga tidak bisa memberi jaminan jika RK keluar, maka stasiun-stasiun TV di Malang bisa siaran kembali. ''RK memang kewajiban KPID. Tapi, izin siaran bukan dari KPID, melainkan dari Ditjen Postel," kata Fajar.
Karena itu dia berharap semua pengelola stasiun TV di Malang tidak sekadar memburu RK jika hanya ingin cepat siaran. Kondisi itu malah membuat KPID tidak nyaman dalam pembahasan proses RK. Apalagi, faktanya di Malang hanya tersisa satu kanal TV (kanal 48) dan satu kanal radio (kanal 87,9). Itu pun, satu kanal TV di Malang telah diduduki Batu TV. ''KPID merasa serba rumit dalam situasi ini. Sebab, ada 9 TV Malang yang sedang proses EDP," terang dia.
Di lain hal, lanjut Fajar, proses RK melalui tahapan panjang. Mulai pengajuan, evaluasi dengar pendapat (EDP) 1 dan 2 yang kemudian masuk pleno. Pelaksanaan pleno pun tidak bisa dilakukan serentak pada 9 TV Malang. Tapi, pleno masing-masing bertahap satu demi satu. Sementara, dalam pleno ada tiga pembahasan. Yakni, pleno skoring, pleno nilai, dan pleno hasil akhir. Begitu tahapan pleno telah dilalui, maka RK bisa dikeluarkan. ''Kalau pun pleno 9 TV lokal Malang sudah tuntas, bukan berarti KPID akan memberikan RK untuk semuanya," tandasnya.
Sebab, menurut Fajar, ada pertimbangan lain yang harus dilakukan. Salah satunya, kesanggupan industri televisi melanjutkan kehidupannya. Terutama dari segi usaha atau bisnis. Pertimbangan lain, pengeluaran RK bukan wewenang tunggal ketua KPID. Tapi, merupakan suara bulat tujuh anggota KPID Jatim. ''Percuma saja diberi RK jika ke depan ternyata tidak mampu menghidupi perusahaan," kata Fajar.
Kendati aturan dan proses yang ditempuh KPID cukup rumit, namun Fajar berjanji akan segera menuntaskan proses RK TV lokal Malang. Termasuk, mencarikan formula baru agar semua stasiun TV lokal Malang bisa siaran kembali. Baik dengan langkah ISR (izin siaran radio) sekunder maupun digitalisasi. ''Untuk semua itu saya sedang melakukan koordinasi dengan Ditjen Postel," ucap Fajar.
MALANG - Turunnya harga BBM pukul 00.00 WIB tadi malam belum menjamin diikuti penurunan tarif angkutan kota (angkota) secara signifikan. Tak hanya pengusaha dan sopir angkota yang berat menurunkan tarif, Organisasi Gabungan Angkutan Garat (Organda) Malang hanya merekomendasikan penurunan tarif 4 persen.
Persentase itu berasal dari hitungan paling maksimal yang akan diusung Organda jika mereka berkoordinasi bersama Dishub Kota Malang nanti. Ketua Organda Malang Soewito Widjaja mengatakan, usulan 4 persen tersebut hasil itung-itungan organisasi pengusaha angkutan yang mengelola lebih dari dua ribu orang itu. ''Angka 4 persen paling maksimal. Lebih dari itu sangat berat," ujarnya kemarin.
Dengan penurunan maksimal 4 persen versi Organda, maka tarif angkota hanya akan turun sekitar Rp 96 atau dibulatkan menjadi Rp 100. Usulan tersebut sama persis dengan usulan penurunan tarif angkutan tahap I yang juga turun Rp 100.
Praktis, jika usulan ini disetujui, maka tarif angkota untuk umum hanya akan jadi Rp 2.300 dari sebelumnya Rp 2.400 setelah penurunan tahap I. Sedang tarif angkutan kelompok pelajar menjadi Rp 1.600 dari sebelumnya Rp 1.700.
Seperti dijadwalkan pemerintah, tadi malam tepat pukul 00.00 WIB tadi malam harga BBM jenis premium yang awalnya Rp 5.000 turun menjadi Rp 4.500. Begitu juga dengan harga solar per liter yang mulanya Rp 4.800 turun ke angka Rp 4.500. Penurunan harga BBM ini adalah kali ketiga yang dilakukan pemerintah dalam dua bulan terakhir.
Kendati turunnya harga BBM tersebut kembali pada formasi awal sebelum pemerintah menaikkan harga, menurut Soewito tidak mungkin tarif angkutan kembali seperti semula. Yakni, Rp 2.000 untuk umum dan Rp 1.500 untuk pelajar. "Komponen BBM hanya mensuplay 25 persen kebutuhan angkutan kota," kata dia.
Apa yang membuat Organda minim menurunkan tarif? Soewito mengatakan, meski harga BBM turun, namun spare part tetap menjadi kendala utama. Bahkan, penurunan tarif BBM malah diikuti naiknya harga spare part sebesar 20-50 persen. ''Makanya jangan lihat turunnya BBM. Komponen lain malah naik drastis. Belum lagi urusan perut pengemudi," tegas Soewito.
Belum lagi aturan peremajaan mobil usia 15 tahun ke atas yang cukup menjadi beban. Pasalnya, penjualan mobil saat ini juga tidak mengacu pada penurunan harga BBM. Tapi, berpijak pada harga dolar. Sedang kurs dolar pasca krisis finansial global terus merangkak naik.
''Harga dolar naik tajam sampai 12 persen. Pengaruhnya pada pemasaran mobil sangat luar biasa," ucapnya.
Berpegang pada fakta-fakta di atas, Soewito berharap masyarakat mau mengetahui bahwa banyak faktor X yang belum diketahui masyarakat. ''Fakta-fakta itu akan saya paparkan dalam koordinasi bersama badan pembina transportasi daerah (BPTD) dan YLKI nanti," tandasnya
Dihubungi terpisah, Kadishub Pemkot Malang Pait Al Wiyono mengatakan, itung-itungan penurunan tarif oleh BPTD saat ini masih dalam proses. Menurutnya, banyak faktor yang digunakan acuan dalam penurunan tarif tersebut. Terutama, komponen BBM dan suku cadang. ''Masih dalam proses jadi belum bisa membeberkan," kata dia.
Lebih lanjut, Pait menegaskan bahwa hasil itung-itungan BPTD tersebut akan dibahas bersama dengan Organda dan YLKI Jumat (16/1) pagi di balai kota Malang. Agenda itu merupakan pertemuan tahap I untuk meng-clear-kan hitungan semua elemen terkait penurunan tarif angkutan kota. ''Begitu semua hitungan disepakati, maka akan diresume dan diserahkan ke wali kota untuk mendapatkan perwakot," ucap Pait.
Sementara, Ketua YLKM Malang Soemito mengusulkan penurunan tarif angkota sebesar 16 persen. Sebab dalam penentuan tarif angkota, komponen biaya BBM hanya 30 persen. Apabila dengan harga BBM sebesar Rp 6.000, maka unsur tarif dari faktor BBM sebesar Rp. 1.700.
Jika saat ini ada penurunan harga BBM sebesar 25 persen, dari Rp 6.000 menjadi Rp 4.500. Maka, penurunan tarif angkota 25 persen atau sekitar Rp 400 dari Rp 1.700. Dengan hitungan tersebut, maka tarif angkota yang baru idealnya Rp 2.100 untuk umum dan Rp 1.400 pelajar. "Tapi khusus pelajar bisa dibulatkan menjadi Rp 1.500," kata Soemito.
Terkait dengan tawaran Organda penurunan sebesar 4 persen, Soemito menilai, tawaran itu dianggap tidak realistis. Sebab penurunan tarif tersebut tidak sesuai dengan penurunan harga BBM sebesar 25 persen. Meski demikian YLKM akan tetap menghormati keputusan dari rapat dengan dishub, BPTD, dan ketua jalur nantinya.
"Intinya, YLKM minta tarif baru nantinya bisa diterapkan di lapangan. Karena faktanya sopir banyak yang suka membulatkan tarif. Buktinya saat ini pelajar harusnya Rp 1.800 tapi ada yang menarik Rp 2 ribu," tegasnya.
MALANG - Empat hari lagi tepat satu tahun kerusuhan Stadion Brawijaya, Kediri, yang melibatkan Aremania. Akibat kerusuhan pada babak delapan besar saat melawan Persiwa Wamena pada 16 Januari 2008 itu, Aremania terkena sanksi skorsing 2 tahun. Suporter fanatik tim berlogo kepala singa tersebut tak boleh mengenakan atributnya di even resmi PSSI di seluruh stadion di Indonesia selama 2 tahun.
Nah, untuk memperingati acara itu, Aremania menggelar pertemuan di Kalipare, Kabupaten Malang, kemarin. Dalam pertemuan tersebut disepakati, Aremania harus lebih dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan. Semua korwil diharapkan mampu meredam emosinya jika Arema menelan hasil buruk di kandang. "Kami memang menginginkan Arema menang di kandang. Tapi, kalau Arema kalah, Aremania harus bisa berpikir jernih. Sehingga kerusuhan tak terjadi," kata Ahmad Ghozali, Aremania Korwil Klayatan.
Menurut pria yang akrab disapa AK tersebut, sekitar 100 Aremania yang hadir dalam pertemuan tersebut sepakat bahwa kerusuhan harus dihilangkan dari sepak bola di Indonesia. Sedangkan dari perwakilan manajemen tampak hadir Ketua Panpel Arema Muhammad Muklis. Selain itu, juga tampak hadir Sekkota Malang Bambang Dharmawan Suyono.
Selain refleksi 1 tahun peristiwa di Kediri, pertemuan itu juga membahas mengenai masalah persiapan Arema menghadapi putaran kedua Indonesia Super League (ISL). Aremania bersepakat bahwa semua persiapan tim diserahkan sepenuhnya kepada manajemen. "Aremania menyadari kesulitan-kesulitan yang dihadapi manajemen," terang Ahmad.
Sementara itu, Muklis mengharapkan agar kerusuhan-kerusuhan tak terjadi lagi dalam pertandingan home atau pertandingan yang melibatkan Arema. Dia berharap agar kerusuhan pada 13 September saat Arema dikalahkan PKT Bontang 1-2 di Stadion Kanjuruhan tak terulang lagi. Sebab kerusuhan akan menyebabkan Arema ataupun Aremania rugi.
MALANG - Proses legalitas draf kenaikan tarif PDAM di bagian perekonomian Pemkot Malang tampaknya tidak akan bisa diutak-atik lagi. Bukan hanya DPRD yang harus gigit jari karena semua kritik pedasnya tak digubris. YLKM (Yayasan Lembaga Konsumen Malang) pun tak bisa berbuat banyak dan hanya mengaku pasrah.
Ketua YLKM Soemito mengatakan hanya bisa menyayangkan langkah PDAM yang menaikkan tarif dasar air 30 persen. Sebab, langkah mediasi dan konsultasi yang dilakukan YLKM dengan jajaran direksi PDAM juga mentok. "Kamis (8/1) saya datang langsung ke PDAM. Jawabannya, kenaikan 30 persen tidak bisa diutak-atik," ungkap dia.
Padahal, saat itu YLKM meminta agar kenaikan tarif PDAM tidak sebesar 30 persen. Tetapi di bawah angka 30 persen. Sebab, dengan kenaikan 30 persen, beban masyarakat semakin berat. Apalagi ditambah krisis finansial global yang tetap berlangsung sehingga membuat harga semua komoditas naik tajam. "Turunnya harga BBM dan naiknya upah minimum kota (UMK) bukan ukuran menaikkan tarif air," ujarnya.
Seperti diberitakan, sejak 5 Januari lalu PDAM telah melayangkan draf kenaikan tarif air kepada Pemkot Malang. Menurut keterangan Asisten II Sekkota Malang Sutiarsi, draf tersebut telah mendapatkan disposisi dari wali kota dan kini masuk proses di bagian perekonomian untuk legalitas hukum.
Soemito menjelaskan, berdasarkan keterangan langsung yang dia peroleh, kenaikan tarif PDAM berlaku untuk rekening Maret 2009. Artinya, penggunaan air bulan Februari telah mengalami kenaikan 30 persen. "Penggunaan air Februari kan dibayarkan Maret. Secara tidak langsung, aturan kenaikan 30 persen itu berlaku mulai Februari," beber Mito -sapaan akrab Soemito.
Kenaikan itu berlaku untuk semua kelompok pemakai. Baik kelompok rumah tangga biasa, rumah tangga plus bisnis, rumah tangga dan industri, maupun kategori tangki air. "YLKM memang tidak bisa berbuat banyak. Tapi kami akan terus memantau kebijakan ini," tandasnya.
Terpisah, humas PDAM Anita Sari saat dihubungi tidak mau berkomentar banyak. Termasuk soal persentase kenaikan tarif. "Pasti kami sosialisasikan," ucapnya.
MALANG - Masyarakat Malang Raya tampaknya harus mewaspadai penularan penyakit diare. Sebab data di RSSA Malang, jumlah penderita diare 2008 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Data 2008, jumlah pasien yang dirawat di RSSA mencapai 995 orang. Dari jumlah itu, 24 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah penderita 2008, lebih banyak dari tahun 2007, yang hanya 967 orang. Sedangkan pasien yang meninggal dunia sebanyak 41 orang.
Jika dicermati, usia seseorang yang rawan terserang penyakit diare pada balita. Pertama, usia 1-4 tahun (317 orang), bayi usia 28 hari- 1 tahun (282 orang), 5-14 tahun (152 orang), 15-24 tahun (25 orang), 25-44 tahun (54 orang), 45-64 tahun (58 orang) dan usia di atas 65 tahun (61 orang).
Irene Ratridewi, SpA, dokter spesialis anak RSSA mengatakan, penyakit diare memang selalu ada dan datangnya setiap saat. Penyebabnya bisa pola makan yang salah dan kurang menjaga kebersihan. Terlebih lagi kebersihan pada saluran pembuangan (sanitasi). Apalagi saat ini, banyak dijumpai makanan yang cepat saji yang kebersihannya diragukan. "Kondisi inilah yang bisa menjadi penyebab diare," ujar Irene Ratridewi, kemarin.
Terkait pasien balita yang banyak menderita diare, disebabkan penanganan ibu terhadap anak terkait kebersihan kurang terjaga. Hal itu yang membuat mereka rawan terkena penyakit diare.
Untuk bisa terhindar dari penyakit diare, kata Irene, masyarakat harus memperhatikan soal kebersihan. Minimal cuci tangan setiap menjalankan aktivitas, terlebih lagi saat akan makan. Selain itu, juga selalu menjaga kebersihan MCK (mandi, cuci, dan kakus). Sebab MCK yang tidak bersih juga menjadi penyebab utama terjadinya diare. Sedangkan untuk makanan, usahakan memasak makanan yang matang.
Tidak hanya itu, kata Irene, angka pasien cenderung meningkat bisa disebabkan Kota Malang yang sekarang sering dilanda banjir. Tidak menutup kemungkinan, banjir tersebut mengakibatkan banyaknya kotoran di sungai dan membuat banyaknya saluran pembuangan yang rusak, sehingga mengakibatkan penyebaran penyakit diare cepat berkembang. "Memang banjir dampaknya tidak seketika itu dirasakan. Melainkan bisa sesudahnya baru muncul penyakit," tuturnya.
Disinggung korban yang meninggal, Irene menjelaskan, pasien yang meninggal memang kondisinya sudah jelek. Artinya saat dirujuk di RSSA kondisi kesehatannya sudah sangat lemah. Dan kebanyakan merupakan pasien dari rujukan dari luar Malang. Hal ini mengakibatkan, penanganan pasien sedikit terlambat sehingga tingkat meninggal dunia lebih besar.
Berkaca dari situ, lanjut Irene, pihaknya meminta, agar pasien diare ini tidak usah dipaksakan untuk dibawa pulang. Sebab pasien yang terkena diare membutuhkan banyak cairan. Selama pasien tersebut belum sembuh benar, jangan dipaksakan untuk dibawa pulang. Karena rata-rata pasien yang meninggal dunia, kondisinya memburuk yang diakibatkan pulang paksa.